Sabtu, 09 Mei 2015
Tokoh Tari
1. WIWIK WIDIASTUTIK Seorang
pinata tari dari jakarta yang aslinya dari yogyakarta ini tidak diragukan lagi
. Sebagai pinata tari beliau selalu menggali dan mengembangkan budaya betawi .
Karyanya antara lain sebagai berikut :
- Tari Ronggeng blantek
- Tari Ngarojeng
- Tari Topeng
- Tari Kembang Lambangsari
- Tari Ronggeng blantek
- Tari Ngarojeng
- Tari Topeng
- Tari Kembang Lambangsari
2. TJE TJE SUMATRI Seorang
pinata tari dari jabar ( jawa barat ) telah berhasil membakukan gerak gerik
tari sunda , dengan gerak yang beliau bakukan motif gerak tari sunda menjadi
lebih teratur . Dan karya tarinya sebagai berikut :
- Tari Lenyepan
- Tari Sulintang
- Tari Srekar Putr
- Tari Kandangan
- Tari Topeng Keang
- Tari Anjasmara
- Tari Lenyepan
- Tari Sulintang
- Tari Srekar Putr
- Tari Kandangan
- Tari Topeng Keang
- Tari Anjasmara
3. GUGUN GUMBIRA Seorang
pinata tari yang juga berasal dari jawa barat ini mengembangkan tarik rakyat
ketuk tilu menjadi sebuah tontonan yang menarik yaitu tari Jaipongan . Bahkan
tari ini sampai di kenal hingga ke mancanegara . Beliau juga mempunyai sanggar
tari yaitu Sanggar tari jugala yang di khususkan untuk membuat tari-tarian
jaipongan . Karyanya antara lain :
- Tari Daunpulus
- Tari Serat Salira
- Tari Kameutmeut
- Tari Daunpulus
- Tari Serat Salira
- Tari Kameutmeut
4. BAGONG KUSUDIARJO Beliau
merupakan seorang pelukis dan juga pinata tari dari yogyakarta yang sudah
terkenal . Bahkan karyanya telah menyebar keseluruh pelosok nusantara . Tari
ini di sukai karena beragam dan berlatar belakang tradisi dari budaya-budaya
diseluruh indonesia . Ini adalah karya tarinya :
- Tari Tani
- Tari Batik
- Tari Wira Pertiwi
- Tari Reog
- Tari Keris
- Tari Bhayangkari
- Tari Tani
- Tari Batik
- Tari Wira Pertiwi
- Tari Reog
- Tari Keris
- Tari Bhayangkari
5. R.L SASMITA MARDAWA seorang seniman tari yang juga berasal dari yogyakarta
ini mengembangkan tari bergaya klasik . Karya karnyanya antara lain :
- Tari Sari Kusuma
- Tari Golek Ayun-Ayun
- Tari Golek Kenyo Tinembe
- Tari Serimpi
- Tari Beksan menar Umar maya Umar madi
- Tari Beksa Menak Kelaswara Adaninggar
- Tari Sari Kusuma
- Tari Golek Ayun-Ayun
- Tari Golek Kenyo Tinembe
- Tari Serimpi
- Tari Beksan menar Umar maya Umar madi
- Tari Beksa Menak Kelaswara Adaninggar
6. S.MARIDI Seorang
seniman tari dari surakarta yang karya-karyanya menggunakan gerak tradisional
khususnya yang bergaya dari surakarta itu sendiri . Dan karya-karnya sebagai
berikut :
- Tari Merak Subal
- Tari Bondan Tani
- Tari Gambyang Pareanom
- Tari Eko Prawira
- Tari Pejuang
- Tari Merak Subal
- Tari Bondan Tani
- Tari Gambyang Pareanom
- Tari Eko Prawira
- Tari Pejuang
7. I WAYAN DIBIG Seorang
yang sudah ahli di bidang seni tari yang banyak mengembangkan tari-tarian yang
berciri kebudayaan bali ada 2 tari yang telah di kembangkan antara lain
- Tari Manuk Rawa
- Tari Jaran Teji
- Tari Manuk Rawa
- Tari Jaran Teji
a. Bagong Kusudiarjo
Bagong Kusudiarjo adalah tokoh terkenal
dengan penataan tari yang sangat bagus. Selain di bidang seni tari, Bagong
Kusurdiarjo juga terkenal sebagai pelukis dari Yogyakarta. Beliau sangat
terkenal dengan karyanya yang beragam latar tradisi dan budayanya dari seluruh
Indonesia.
Karya-karya beliau, antara lain :
1) Tari Batik
2) Tari Keris
3) Tari Reog
b. S. Maridi
S. Maridi terkenal sebagai seniman tari
yang karya-karyanya banyak menggunakan gerak tradisional. Beliau berasal dari
Surakarta. Hasil-hasil karyanya, yaitu:
1) Tari Gombyang Pareanom
2) Tari Merak Subai
3) Tari Bondan Tani
c. R.I. Sasmita Mardono
Beliau berasal dari Yogyakarta. Seni tari
yang beliau ciptakan merupakan hasil dari pengembangan tari-tari klasik gaya
Yogyakarta. R.I. Sasmito Mardono adalah seniman yang mengembangkan Tari Meraj
Yogyakarta. Karya-karya beliau adalah:
1) Tari Golek Ayun-Ayun
2) Tari Golek Kenya
Tinembe
3) Beksan Menak
Umaryono-Umardi
d. I Wayan Dibia
Sesuai dengan namanya. I Wayan Dibia
berasal dari Bali. Beliau adalah seniman yang banyak mengembangkan tari gaya
Bali, karya beliau yang terkenal adalah Tari Jaran Teji.
e. Tjetje Sumantri
Beliau adalah seniman berasal dari Jawa
Barat. Beliau termasuk salah seorang yang membakukan gerakan-gerakan tari
Sunda. Karya-karya beliau, antara lain:
1) Tari Sulintang
2) Tari Topeng Klana
3) Tari Anjasmara
MACAM-MACAM TANAH DI INDONESIA
Tanah gambut (organosol)
Tanah gambut berwarna hitam, memiliki kandungan air dan bahan organik yang tinggi, memiliki pH atau tingkat keasaman yang tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan pada umumnya kurang begitu subur
Tanah gambut berwarna hitam, memiliki kandungan air dan bahan organik yang tinggi, memiliki pH atau tingkat keasaman yang tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan pada umumnya kurang begitu subur
Tanah Latosol
Tanah latosol adalah
tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium. Tanah ini berwarna merah
hingga kuning, sehingga sering disebut tanah merah. Tanah latosol tersebar di
Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. Tumbuhan yang dapat
hidup di tanah latosol seperti padi, palawija, sayuran, buah-buahan, karet,
cengkih, cokelat, kopi, dan kelapa sawit.
Tanah Regosol
Tanah regosol adalah
tanah berbutir kasar dan berasal dari material gunung api. Tanah regosol berupa
tanah aluvial yang baru diendapkan. Tanah jenis ini banyak terdapat di
Bengkulu, pantai Sumatera Barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Material
jenis tanah ini berupa abu vulkan dan pasir vulkan. Tanah regosol sangat cocok
ditanami padi, tebu, palawija, tembakau, dan sayuran.
Tanah Aluvial
Tanah aluvial adalah
tanah yang terbentuk dari material halus hasil pengendapan aliran sungai.
Umumnya terdapat di dataran rendah atau lembah. Tanah aluvial ini terdapat di
pantai timur Sumatera, pantai utara Jawa, dan di sepanjang Sungai Barito,
Mahakam, Musi, Citarum, Batanghari, dan Bengawan Solo.
Tanah Litosol
Tanah litosol adalah
tanah berbatu-batu. Materi pembentuknya berasal dari batuan keras yang belum
mengalami pelapukan secara sempurna. Tanaman yang dapat tumbuh di tanah
litosol, yaitu rumput ternak, palawija, dan tanaman keras.
Tanah Grumosol
Tanah grumusol adalah
tanah yang terbentuk dari material halus berlempung. Jenis tanah ini berwarna
kelabu hitam dan bersifat subur. Tanah ini tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur,
Madura, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Tanaman yang dapat tumbuh di tanah
grumusol adalah padi, jagung, kedelai, tebu, tembakau, dan jati.
Tanah Andosol
Tanah andosol adalah
tanah yang berasal dari abu gunung api. Tanah andosol terdapat di lereng-lereng
gunung api, seperti di daerah Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, dan
Minahasa. Vegetasi yang tumbuh di tanah andosol adalah vegetasi pada hutan hujan
tropis, bambu, dan rumput.
Tanah podzolik merah-kuning
Tanah podzolik merah-kuning merupakan jenis tanah yang memiliki persebaran terluas di Indonesia
Tanah podzolik merah-kuning merupakan jenis tanah yang memiliki persebaran terluas di Indonesia
Tanah rendzina
Tanah rendzina tersebar tidak begitu luas di beberapa pulau Indonesia. Berdasarkan luasannya, daerah-daerah di Indonesia yang memiliki jenis tanah ini adalah Maluku, Papua, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Pegunungan Kapur di Jawa
Tanah rendzina tersebar tidak begitu luas di beberapa pulau Indonesia. Berdasarkan luasannya, daerah-daerah di Indonesia yang memiliki jenis tanah ini adalah Maluku, Papua, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Pegunungan Kapur di Jawa
Vulkanik
Tanah vulkanik adalah tanah hasil pelapukan abu vulkanik dari gunung
berapi. Tanah vulkanik dibagi menjadi dua.
Tanah Kapur
Tanah kapur adalah
tanah yang berasal dari batu kapur yang mengalami pelapukan. Tanah kapur
terdapat di daerah perbukitan kapur Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur,
dan Sulawesi Selatan. Tanaman yang dapat hidup di tanah kapur adalah palawija
dan jati.
Tanah
Humus
Tanah humus merupakan tanah hasil pembusukan bahan-bahan organik dan
bersifat sangat subur. Tanah humus berwarna kecoklatan dan cocok untuk tanaman
kelapa, nanas, dan padi. Tanah jenis ini banyak terdapat di P. Sumatra,
Sulawesi, Jawa Barat, Kalimantan, dan Papua.
Tanah Laterit
Tanah laterit adala tanah hasil ‘pencucian’ sehingga kurang subur,
kehilangan unsur hara, dan tandus. Tanah ini awalnya subur namun karena zat
haranya dilarutkan oleh air maka menjadi tidak subur
Tanah Pasir
Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang
terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan
berkerikil.
Tanah Argosol
Tanah argosol atau
tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan rawa yang
mengalami pembusukan. Jenis tanah ini berwarna hitam hingga cokelat. Tanah
jenis ini terdapat di rawa Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Tanaman yang tumbuh
di tanah argosol adalah karet, nanas, palawija, dan padi.
Langganan:
Postingan (Atom)




